Kamis, 19 Januari 2012

Berbicara tentang Linguistik Bandingan Historis


LINGUISTIK BANDINGAN HISTORIS
·         Pengertian Linguistik Bandingan Historis (Linguistik Historis Komparatif)
       → suatu cabang ilmu bahasa yang mengkaji bahasa dari waktu ke waktu, yaitu berupa perubahan-perubahan unsur bahasa yang terjadi dari waktu ke waktu tersebut.
·         Tujuannya adalah sebagai berikut.
1.      Menemukan bahasa-bahasa yang serumpun dengan membandingkan unsure-unsur yang menunjukkan kekerabatannya. Bidang yang dignakan adalah bidang fonologi dan morfologi.
2.      Menemukan bahasa proto (bahasa purba) sebagai asal dari bahasa-bahasa modern (sekarang).
3.      Mengelompokkan (sub-grouping) bahasa-bahasa yang serumpun.
4.      Menemukan pusat penyebaran bahasa proto dari bahasa kerabat dan menentukan gerak migrasi yang pernah terjadi.
·         Klasifikasi genetis/geologis (hasil dari tujuan yang ketiga). Klasifikasi semua bahasa di dunia yang dikembangkan oleh Linguistik Bangdingan Historis adalah sebagai berikut.
No
Rumpun
Bahasa
1
Indo-Eropa
German, Indo-Iran, Armenia, Baltik, Slavia, Roman, Keltik, Gaulis
2
Semito-Hamit
(1) Semit: Arab, Etiopik, Ibrani,
(2) Hamit: Koptis, Berber, Kushit, dan Chad
3
Chairi- Nil
(1) bahasa Bantu: Luganda, Swahili, Kaffir,   Subiya, Zulu, Tebele,
(2) Khoisan: Bushman, Hottentot
4
Pravida
Telugu, Tamil, Kanari, Malayalam, Brahui
5
Austronesia
Indonesia, Melanesia, Polinesia
6
Austro-Asiatik
Mon-Khmer, Palaung, Munda, Annam
7
Finno-Ugris
Hungar, Lap, Samoyid
8
Altai
Turki, Mongol, Machu-Tungu
Ada pertalian antara Finno-Ugris dan Altai yaitu Ural-Altai: Jepang, Korea
9
Paleo- Asiatis
bahasa-bahasa di Siberia
10
Sino-Tibet
Cina, Tai, Tibeto-Burma, Yenisei-Ostyak
11
Kaukasus
Kausakus utara dan selatan (Georgia)
12
Indian 
Eskimo-Aleut, Na-Dene, Algonkin-Wakashan, Hokan, Sioux, Penutian, Aztek-Tanoan, Maya
13
Bahasa lainnya
Irian, Australia, Kadai

·         Ciri-ciri klasifikasi genetis
1.      Non-Arbitrer               : berdasar garis keturunan (ciri fonologis dan morfologis).
2.      Ekshaustif (tuntas)      : semua bahasa memiliki kelompok rumpun bahasa.
3.      Unik                            : tiap bahasa jelas kedudukannya pada kelompok mana.

·         Sejarah Linguistik Bandingan Historis (Linguistik Historis Komparatif)
  1. Periode I (1830-1860)
ü  Franz Bopp merupakan tokoh peletak dasar-dasar ilmu perbandingan bahasa. Ia membandingkan  akhiran-akhiran kata kerja dalam bahasa Sangsekerta, Yunani, Latin, Persia, dan German yang diterbitkan tahun 1816.
ü  Rasmus Kristian Rask pada tahun 1818 menerbitkan buku tentang asal-usul bahasa Eslandia. Ia membandingkan bahasa German, terutama German Utara dengan bahasa Baltik, Slavia, dan Keltik, serta dimasukkan bahasa Baskia dan Finno-Ugris. Penemuannya yang terpenting adalah Pertukaran Bunyi (Lautverschiebung) antara bahasa Germa dan bahasa Latin-Yunani.
ü  Jakob Grimm menyempurnakan hubungan-hubungan bunyi tersebut. Pada tahun 1819 ia menerbitkan buku Deutsche Grammatik.
ü  Friedrich Vonschlegel pada tahun 1808 berhasil menetapkan bahasa Sangsekerta, Yunani, Latin, Persia, dan German menjadi bahasa Fleksi .
ü  F. Pott dalam periode ini mengadakan penyedilikan estimologis kata-kata dengan metode yang lebih baik.
ü  Wilhelm Von Humboldt mengemukakan klasifikasi bahasa di dunia menjadi bahasa isolatif, fleksi, aglutinatif, dan inkorporatif.


  1. Periode II (1861-1880)
ü  August Schleicher dalam bukunya Compendium der vergleichenden Grammatik  mengemukakan pengertian baru Ursprache (Proto Language) yaitu bahasa tua yang menurunkan bahasa kerabat.
ü  G. Curtius berhasil menerapkan metode perbandingan untuk filologi klasik, khususnya bahasa Yunani.
ü  Max Muller berhasil memperluas horizon pengetahuan ilmu bahasa lewat bukunya Lectures in the Science of Language (1861), ia memperkenalkan analisis dan sintesis untuk bahasa isolatif dan fleksi, sedangkan D. Whitney menambahkan polisintesis untuk bahasa inkorporatif.

  1. Periode III (1880- akhir abad XIX)
ü  K.Brugmann, Osthoff, Leskien merupakan kelompok tata bahasa yang menamakan dirinya  Jungrammatiker yang muncul setelah tahun 1880, mereka tertarik dengan kaidah bunyi Jakob Grimm. Aliran ini bergerak di Leipzig, salah satu muridnya adalah Leonard Bloomfield yang menjadi linguis Amerika.
ü  J. Schmidt mencetuskan sebuah teori baru yang disebut Wallentheorie. Ia kemudian melhirkan Hukum Verner.
ü  Hermann Paul menerbitkan buku Prinzipien der Sprachgeschichte (1880).
ü  H. Steinthal mencoba membagi bahasa dengan landasan psikologi.
ü  Fr. Muller menerbitkan bukunya Grundriss derSprachwissenschaft
(1876-1888)

  1. Periode IV (awal abad XX)
ü  Fonetik berkembang sebagai suatu studi ilmiah.
ü  Muncul cabang linguistik baru yaitu Psikolinguistik dan Sosiolinguisitik
ü  Muncul aliran Praha sebagai reaksi terhadap studi bahasa yang terlalu halus sampai pada bahasa individual (idiolek)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar