Senin, 05 Desember 2011

Contoh Makalah Linguistik Kontrastif II


KEKONTRASTIFAN FONOLOGI
BAHASA ARAB DAN INDONESIA


Fonologi adalah ilmu yang membahas tentang bunyi-bunyi bahasa. Fonologi umumnya dibagi 2 yakni, fonemik (fonem) yang membahas tentang bunyi-bunyi ujaran yang berfungsi sebagai pembeda makna dan fonetik yang membahas bagaimana bunyi-bunyi ujaran itu dihasilkan oleh alat ucap manusia. 

1.        Pengertian Vokal, Konsonan, dan Semi Vokal
Secara umum bunyi bahasa dibedakan atas; vokal, konsonan, dan semi vokal. Pembedaan ini didasarkan pada ada tidaknya hambatan (proses artikulasi) pada alat bicara. Bunyi disebut vokal bila terjadinya tidak ada hambatan pada alat bicara, jadi tidak ada artikulasi. Hambatan untuk bunyi vokal hanya pada pita suara saja. Hambatan yang hanya terjadi pada pita suara tidak lazim disebut artikulasi (Verhaar via Marsono, 1999:16).
Bunyi disebut konsonan bila terjadinya dibentuk dengan menghambat arus udara pada sebagian alat bicara, jadi ada artikulasi. Proses hambatan atau artikulasi ini dapat disertai dengan bergetarnya pita suara, jika ini terjadi maka yang terbentuk adalah konsonan bersuara. Jika  artikulasi ini tidak disertai dengan bergetarnya pita suara, glotis dalam keadaan terbuka maka bunyi yang dihasilkan adalah konsonan tak bersuara.
Bunyi semi vokal adalah bunyi yang secara praktis termasuk konsonan tetapi karena pada waktu diartikulasikan belum membentuk konsonan murni, maka bunyi-bunyi itu disebut semi vokal atau semi konsonan.
Pada makalah ini akan dibahas lebih lanjut vokal dan konsonan saja.

2.        Vokal Dalam Bahasa Indonesia
Fonem resmi dalam bahasa Indonesia ada 32 buah, yang terdiri atas 6 buah fonem vokal, 3 buah fonem diftong, dan 23 fonem konsonan. Semua fonem-fonem tersebut dihasilkan oleh alat ucap manusia, dari batang tenggorokan sampai ke bibir beserta udara yang ke luar ketika kita bernapas.
Vokal dalam bahasa Indonesia ada dua macam yaitu, monoftong dan diftong.
2.1. Monoftong
Monoftong atau vokal murni (pure vowels) ialah bunyi vokal tunggal yang terbentuk dengan kualitas alat bicara (lidah) tidak berubah dari awal hingga akhir artikulasinya dalam sebuah suku kata (Kridalaksana via Marsono, 1999:36). Secara praktis monoftong atau vokal tunggal biasa hanya disebut dengan istilah vokal saja. Dalam arti bahwa yang dimaksud dengan istilah vokal adalah vokal tunggal, sedangkan diftong adalah vokal rangkap.
Tabel Vokal Bahasa Indonesia
No
Vokal
1
2
3
4
5
Tinggi rendah lidah
Gerak lidah bagian
Striktur
Bentuk bibir
Contoh kata
1
[i]
Tinggi atas
Depan
Tertutup
Tak bulat
ini, ibu
2
[I]
Tinggi bawah
Depan
Semi-tertutup
Tak bulat
Pinggir, kerikil
3
[e]
Madya atas
Depan
Semi-tertutup
Tak bulat
ekor, enak
4
[Ɛ]
Madya bawah
Depan
Semi-terbuka
Tak bulat
Nenek, leher
5
[a]
Rendah bawah
Depan
Terbuka
Tak bulat
ada, apa
6
[ǝ]
Madya
Tengah
Semi-terbuka
Tak bulat
emas, elang
7
[ɔ]
Madya bawah
Belakang
Semi-terbuka
Bulat
otot, tokoh
8
[o]
Madya atas
Belakang
Semi-tertutup
Bulat
toko, kado
9
[U]
Tinggi bawah
Belakang
Semi-tertutup
Bulat
ukur, urus
10
[u]
Tinggi atas
Belakang
Tertutup
Bulat
udara, utara
(Marsono, 1999:37)
2.2.Diftong
Diftong atau vokal rangkap mempunyai ciri waktu diucapkan posisi lidah yang satu dengan yang lain saling berbeda. Perbedaan iu menyangkut tinggi rendahnya lidah, bagian lidah yang bergerak, dan strikturnya (jarak lidah dengan langit-langit).
Diftong naik Bahasa Indonesia:
1.      Diftong naik-menutup-maju [aI], misalnya dalam: pakai, lalai, pandai, nilai
2.      Diftong naik-menutup-maju [oi], misalnya dalam: amboi, sepoi-sepoi
3.      Diftong naik-menutup-mundur [aU], misalnya dalam: saudara, lampau, pulau
Dalam Bahasa Indonesia hanya ada diftong naik, sedangkan diftong turun tidak ada.

3. Vokal Dalam Bahasa Arab
            Ada tiga bunyi vokal dalam bahasa Arab:
a.       أ (Alif)
Makhroj (tempat keluarnya huruf) alif yaitu udara keluar dari pangkal tenggorokan.
b.      و (Wawu)
Makhroj wawu yaitu udara keluar dari bertemunya dua bibir dan membentuk bulatan.
c.       ي (Ya)
Makhroj ya yaitu udara keluar dari bagian tengah lidah yang bertemu langit-langit

4. Kontrastif Vokal Bahasa Indonesia dan Arab
Vokal bahasa Indonesia dan bahasa Arab mempunyai perbedaan yaitu:
1.      Vokal bahasa Indonesia varian fonemnya lebih banyak dibanding bahasa Arab. Bahasa Indonesia berjumlah sepuluh fonem sedang Arab hanya ada tiga fonem.
2.      Vokal dalam bahasa Arab bisa mempengaruhi panjang pendek kata/ kalimah di mana panjang pendeknya itu mempengaruhi makna. Sedangkan vokal dalam bahasa Indonesia tidak dapat dipanjang-pendekkan dan tidak mempengaruhi makna.
3.      Di dalam bahasa Arab hanya ada monoftong, tidak ada diftong, berbeda dengan bahasa Indonesia yang mempunyai vokal diftong.
4.      Vokal bahasa Arab ketika berdiri sendiri dapat menjadi sebuah kata dan mempunyai makna, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak dapat berdiri sendiri harus bergabung dengan fonem yang lain dalam membentuk kata dan makna.

5.      Konsonan dalam Bahasa Arab
Konsonan-konsonan dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:
1.                  ba                    bilabial/letupan/bersuara
2.                  mim                 bilabial/nasal/bersuara
3.                  waw                bilabial/geseran/bersuara/semivokal
4.                  fa                     labiodental/geseran/tidak bersuara
5.                  tsa                    apikodental/geseran/tidak bersuara
6.                  dzal                 apikodental/geseran/bersuara
7.                  dzo                  apikodental/geseran/bersuara/tebal
8.                  sin                    apikodental/geseran/tidak bersuara
9.                  zai                    apikodental/geseran/bersuara
10.              shod                apikodental/geseran/tidak bersuara
11.              ta                     apikoalveolarl/letupan/tidak bersuara
12.              tho                   apikoalveolar/letupan/bersuara/tebal
13.              dal                   apikoalveolar/letupan/bersuara
14.              lam                  apikoalveolar/sampingan/bersuara
15.              nun                  apikopalatal/sampingan/bersuara
16.              ra                     apikopalatal/geseran/nasal/bersuara
17.              dhot                 apikopalatal/geseran/bersuara/sampingan/tebal
18.              syin                  apikopalatal/geseran/tidak bersuara
19.              jim                   apikopalatal/letupan/bersuara
20.              ya                    apikopalatal/gesera/bersuara/semivokal
21.              kaf                   dorsouvular/letupan/tidak bersuara
22.              qaf                   dorsouvular/letupan/bersuara
23.              ghain               faringal/geseran/bersuara
24.              kha                  faringal/geseran/tidak bersuara
25.              ha                    faringal/geseran/tidak bersuara
26.              ain                   faringal/geseran/bersuara
27.              ha                    faringal/geseran/tidak bersuara
28.              hamzah            faringal/letupan/bersuara

6.      Konsonan dalam Bahasa Indonesia
1.                  B                     bilabial/letupan/bersuara
2.                  P                      bilabial/letupan/tidak bersuara
3.                  M                     bilabial/nasal/bersuara
4.                  W                    bilabial/geseran/bersuara
5.                  F                      labiodental/geseran/tidak bersuara
6.                  V                     labiodental/geseran/bersuara
7.                  T                      apikodental/letupan/tidak bersuara
8.                  L                      apikoalveolar/sampingan/ bersuara
9.                  N                     apikoalveolar/geseran/nasal/bersuara
10.              R                     apikoalveolar/geseran/berulang/bersuara
11.              S                      laminoalveolar/geseran/tidak bersuara
12.              Z                      laminoalveolar/geseran/ bersuara
13.              D                     apikopalatal/letupan/bersuara
14.              Sy                    laminoalveolar/geseran/tidak bersuara
15.              C                     mediopalatal/letupan/tidak bersuara
16.              J                       mediopalatal/campuran/bersuara
17.              Y                     mediopalatal/geseran/bersuara/semivokal
18.              Ny                   mediopalatal/geseran/bersuara/nasal
19.              K                     dorsovelar/letupan/tidak bersuara
20.              G                     dorsovelar/geseran/bersuara
21.              Kh                   dorsovelar/geseran/tidak bersuara
22.              Ng                   dorsovelar/geseran/bersuara/nasal
23.              H                     pharyngal/geseran/tidak bersuara
24.              Hamzah           glottal/letupan/antara

7.      Kontrastif antara Konsonan Arab dengan Konsonan Indonesia
1.                  Konsonan yang bersamaan
a.                   B dan Ba               bilabial/letupan/bersuara
b.                  M dan Mim           bilabial/nasal/bersuara      
c.                   W dan Waw          bilabial/geseran/bersuara  
d.                  F dan fa                 labiodental/geseran/tidak bersuara           
e.                   K dan kaf              dorsovelar/letupan/tidak bersuara
f.                   Q dan qaf              dorsouvular/letupan/bersuara
g.                  H dan Ha              pharyngal/geseran/tidak bersuara
2.                  Konsonan yang Berbeda Sifat atau Makhraj
a.       sin (apikodental/geseran/tidak bersuara), sedangkan S (laminoalveolar/geseran/tidak bersuara)
b.      zai (apikodental/geseran/bersuara), sedangkan Z (laminoalveolar/geseran/ bersuara)
c.       ta (apikoalveolarl/letupan/tidak bersuara), sedangkan T (apikodental/letupan/tidak bersuara)
d.      dal (apikoalveolar/letupan/bersuara), sedangkan D (apikopalatal/letupan/bersuara)
e.       lam (apikoalveolar/sampingan/bersuara), sedangkan L (apikoalveolar/sampingan/ bersuara)
f.       nun (apikopalatal/sampingan/bersuara), sedangkan N (apikoalveolar/geseran/nasal/bersuara)
g.      ra (apikopalatal/geseran/nasal/bersuara), sedangkan R (apikoalveolar/geseran/berulang/bersuara
h.      syin (apikopalatal/geseran/tidak bersuara), sedangkan Sy (laminoalveolar/geseran/tidak bersuara)
i.        jim (apikopalatal/letupan/bersuara), sedangkan J (mediopalatal/campuran/bersuara)
j.        ya (apikopalatal/gesera/bersuara/semivokal), sedangkan Y(mediopalatal/geseran/bersuara/semivokal)
k.      ghain (faringal/geseran/bersuara), sedangkan G (dorsovelar/geseran/bersuara)
l.        kha (faringal/geseran/tidak bersuara), sedangkan Kh (dorsovelar/geseran/tidak bersuara)
m.    hamzah (faringal/letupan/bersuara), sedangkan hamzah (glottal/letupan/antara)
3.      Konsonan yang ada dalam Bahasa Arab, Tidak Ada dalam Bahasa Indonesia
a.                   tsa                          apikodental/geseran/tidak bersuara          
b.                  dzal                       apikodental/geseran/bersuara       
c.                   dzo                        apikodental/geseran/bersuara/tebal          
d.                  shod                      apikodental/geseran/tidak bersuara
e.                   tho                         apikoalveolar/letupan/bersuara/tebal        
f.                   ra                           apikopalatal/geseran/nasal/bersuara
g.                  lam                        apikoalveolar/sampingan/bersuara
h.                  dhot                       apikopalatal/geseran/bersuara/sampingan/tebal
i.                    ha                          faringal/geseran/tidak bersuara
j.                    ain                         faringal/geseran/bersuara
4.      Konsonan yang ada dalam Bahasa Indonesia, Tidak Ada dalam Bahasa Arab
a.                   P                            bilabial/letupan/tidak bersuara
b.                  V                           labiodental/geseran/bersuara
c.                   C                           mediopalatal/letupan/tidak bersuara
d.                  Ny                         mediopalatal/geseran/bersuara/nasal
e.                   Ng                         dorsovelar/geseran/bersuara/nasal

8.      Cara Artikulasi Konsonan
a.       Konsonan tebal (mufakhamah) adalah konsonan yang diucapkan pangkal lidah diangkat ke atas.
b.      Konsonan tipis (muraqqaqah) adalah konsonan yang diucapkan pangkal lidah tidak diangkat ke atas.
c.       Konsonan berulang (tikrariah) adalah konsonan yang terjadi dengan menutup dan membuka saluran udara berkali-kali, sehingga bunyi yang keluar terasa seperti terputus-putus.
d.      Konsonan sampingan (janabiyah) adalah konsonan yang terjadi dengan penutupan saluran udara di bagian tengah rongga mulut.


Daftar Pustaka

Marsono. 1999. Fonetik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Sukamto, Imaduddin, Akhmad Munawari. 2008. Tata Bahasa Arab Sistematis. Yogyakarta: Nurma Media Ide.

Zakaria, A. 2006. Ilmu Nahwu Praktis. Garut: Ibn Azka Press.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar